Antologi Puisi Ziarah Cinta Menapaki Jejak Para Penyebar Cahaya di Pulau Jawa
Antologi Puisi Ziarah Cinta Menapaki Jejak Para Penyebar Cahaya di Pulau Jawa
Bagi para remaja santri, buku ini dapat menjadi cermin. Bahwa menjadi muda bukan berarti kehilangan kedalaman. Bahwa mencintai para wali bukanlah sikap romantik tanpa dasar, melainkan bentuk penghormatan kepada mata rantai ilmu dan dakwah. Bagi para alumni, buku ini adalah pengingat akan akar yang pernah menumbuhkan kita. Dan bagi pembaca akademik, ia dapat dibaca sebagai narasi kultural tentang bagaimana Islam Nusantara bertumbuh melalui pendekatan yang lembut, adaptif, dan berakar pada cinta. Ziarah tidak berhenti di pusara. Ia harus berlanjut dalam perilaku. Jika kita menziarahi Sunan Ampel, maka Moh Limo harus tercermin dalam etika hidup kita. Jika kita menziarahi Sunan Drajat, maka kepedulian sosial harus menjadi karakter kita. Jika kita menziarahi para masyayikh pesantren, maka kesungguhan menuntut ilmu dan keikhlasan berkhidmah harus menjadi identitas kita.